MENINGKATKAN PENGGUNAAN IPTEK GUNA MENGOPTIMALKAN KEMANDIRIAN BANGSA DI BIDANG EKONOMI DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL

1. POKOK PERMASALAHAN
Ada korelasi yang erat antara penggunaan IPTEK dengan daya saing. Dalam GCI (global competitiveness index) dinyatakan ada 12 pilar yang diperhatikan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Artinya adalah meningkatnya daya saing bangsa akan juga berarti meningkatnya kemandirian bangsa terutama dari sisi ekonomi. Dengan menggunakan model ini dapat dilihat lebih rinci elemen-elemen yang mendukung peningkatan penggunaan iptek. Dengan model ini, dapat dikatakan bahwa iptek perlu digunakan pada dua belas pilar yang ada. Dua belas pilar tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: factor driven (institusi, infrastruktur, stabilitas makroekonomik, kesehatan dan pendidikan dasar), efficiency driven (pendidikan tinggi dan pelatihan, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, kecanggihan pasar keuangan, kesiapan teknologis, dan ukuran pasar), dan innovation driven (kecanggihan bisnis, inovasi). Di ketiga faktor ini berturut-turut Indonesia berada pada urutan ke 70, 50, dan 40 . Ini bermakna bahwa fokus penggunaan teknologi di prioritaskan pada faktor driven.
Akar permasalahan yang dapat diungkap adalah kurangnya penggunaan IPTEK pada factor driven penumbuh daya saing. Dengan demikian, memperhatikan berbagai fenomena tersebut, ada permasalahan yang perlu dipecahkan agar peningkatan penggunaan iptek dapat mengoptimalkan kemandirian bangsa dalam bidang ekonomi. Permasalahan yang dapat diangkat adalah
“BAGAIMANA MENINGKATKAN PENGGUNAAN IPTEK GUNA MENGOPTIMALKAN KEMANDIRIAN BANGSA DI BIDANG EKONOMI DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL”.

2. POKOK-POKOK PERSOALAN
Dengan memperhatikan permasalahan yang ada pokok persoalan yang relevan, maka untuk meningkatkan penggunaan IPTEK perlu dukungan pada aspek factor driven. Dan pokok persoalan yang terkait adalah sebagai berikut:
a. Belum ada prioritas IPTEK yang digunakan di berbagai sektor penumbuh ekonomi.
b. Keterbatasan infrastruktur pendukung penggunaan IPTEK di bidang ekonomi.
c. Kurangnya kesiapan pendidikan untuk menyediakan SDM yang mengoperasikan IPTEK di bidang ekonomi.
d. Keterbataan anggaran untuk meningkatkan penggunaan IPTEK.
3. POKOK-POKOK PEMECAHAN PERSOALAN
Pokok-pokok pemecahan persoalan berdasarkan pada pokok-pokok persoalan akan berupa kebijaksanaan, strategi dan upaya.
Kebijakan
Untuk dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi, perlu dikembangkan kebijakan yang sesuai. Memperhatikan pokok permasalahan dan pokok persolan, kebijakan yang diharapkan cukup efektif adalah:
TERIMPLEMENTASIKANNYA PRIORITAS IPTEK YANG DIGUNAKAN OLEH INSTITUSI BIDANG EKONOMI
Strategi
Untuk penerapan kebijakan tersebut perlu dikembangkan strategi. Ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai strategi, yaitu:
a. Menentukan jenis dan prioritas IPTEK yang digunakan di berbagai sektor penumbuh ekonomi agar tidak terjadi pemborosan investasi IPTEK yang didukung dengan berbagai penetapan ukuran kinerja institusi.
b. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur pendukung penggunaan IPTEK di bidang ekonomi agar tingkat pertukaran sumber pengetahuan lebih cepat dan efektif dalam kerangka KBE.
c. Meningkatkan kesiapan pendidikan untuk menyediakan SDM yang mengoperasikan IPTEK di bidang ekonomi agar utitas IPTEK yang digunakan lebih tinggi yang didukung kebijakan bidang pendidikan tinggi dan menengah vokasi.
d. Menentukan prioritas anggaran untuk meningkatkan penggunaan IPTEK agar pemanfaatan aggaran lebih efisien yang didukung dengan peraturan yang mencakup proporsi anggaran IPTEK.
Upaya
Strategi yang baik dapat berhasil ketika upaya yang dilakukan untuk mendukung juga sesuai. Upaya yang dilakukan adalah:
a. Strategi I: Menentukan jenis dan prioritas IPTEK yang digunakan di berbagai sektor penumbuh ekonomi agar tidak terjadi pemborosan investasi IPTEK yang didukung dengan berbagai penetapan ukuran kinerja institusi.
1) Pemerintah melalui KEMENRISTEK melakukan technology assessment pada departemen-departemen yang terkait langsung dengan bidang ekonomi
2) Pemerintah melalui BAPPENAS memfasilitasi departemen-departemen yang terkait langsung dengan bidang ekonomi melakukan technology prioritizing
b. Strategi II: Meningkatkan ketersediaan infrastruktur pendukung penggunaan IPTEK di bidang ekonomi agar tingkat pertukaran sumber pengetahuan lebih cepat dan efektif dalam kerangka KBE.
1) Pemerintah melalui Kemenkominfo mengatur kembali distribusi bandwidth nasional agar tercapai distribusi yang proporsional.
2) Pemerintah malalui Kementerin Perindustrian mendorong upgrading IPTEK di industri SME (Small & Medium Enterprice) baik untuk mesin produksi maupun pendukungnya.
c. Strategi III: Meningkatkan kesiapan pendidikan untuk menyediakan SDM yang mengoperasikan IPTEK di bidang ekonomi agar utitas IPTEK yang digunakan lebih tinggi yang didukung kebijakan bidang pendidikan tinggi dan menengah vokasi.
1) Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional memperbaiki kebijakan terkait porporsi vokasi dan akademik di SMK dan PT.
2) Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan pelatihan atau short course untuk meningkatkan keterampilan operator IPTEK.
d. Strategi IV: Menentukan prioritas anggaran untuk meningkatkan penggunaan IPTEK agar pemanfaatan aggaran lebih efisien yang didukung dengan peraturan yang mencakup proporsi anggaran IPTEK.
1) Pemerintah menerapkan anggaran berbasis outcome untuk aktivitas yang menggunakan investasi IPTEK.
2) Pemerintah melakukan evaluasi kinerja terstruktur terintegrasi antar departemen untuk melihat pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi.
Daftar Pustaka
Ardhi Suryadhi. (2010) 6 Kunci Peningkat Daya Saing Industri TI diakses dari http://www.detikinet.com/read/2009/10/14/155509/1221403/398/6-kunci-peningkat-daya-saing-industri-ti
Aris Ananta, (2010) Investasi Asing, Ekspor, & Pendapatan Nasional. Diakses dari http://economy.okezone.com/read/2010/04/13/279/321984/279/investasi-asing-ekspor-pendapatan-nasional
Global Technology Forum. (2010) Market Indicators and Forecasts: Telecoms and technology
Hidayat, Mohamad S. (2009) Roadmap Pembangunan Ekonomi Indonesia 2009 – 2014, Kadin Indonesia.
Ristek. (2006) BUKU PUTIH: Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2005-2025, Jakarta.
Tatang A. Taufik, Kebijakan Inovasi Di Indonesia: Bagaimana Sebaiknya?, Jurnal Dinamika Masyarakat . Vol. VI, No. 2, Agustus 2007.