Dualisme dalam …

Dualisme dalam Al-Qiyamah: Ila rabbika yaumaidinil mustaqar (12) Ila rabbika yaumaidinil masaaq (30)

Ayat pertama ini memiliki arti kepada Tuhanmu pada hari itu tempat menetap. Ayat kedua berarti kepada Tuhanmu pada hari itu tempat dihalau. Kami memaknai bahwa pada saat hari kiamat akan ada yang selamat dan ada yang tidak selamat. Kalau di terjemah depag diartikan untuk ayat yang pertama adalah hanya kepada Tuhanmu tempat kembali ada hari itu. dan yang kedua diartikan kepada  Tuhamulah pada hari itu kamu dihalau. Yang menarik pada terjamah Depag adalah adanya kata kamu (cetak miring). Siapa kamu di sana? Untuk ayat dengan redaksi yang sama Depag memberikan penterjemahan yang berbeda. 

Kami cenderung melihat sesungguhnya kedua ayat tersebut yang sejatinya dengan redaksi sama. Ayat itu menunjukkan adanya dualisme: menetap dan dihalau. Apa maknanya? Kalau dilihat pada beberapa ayat diantara keduanya, juga ditemui ayat yang menunjukkan pada waktu itu ada yang wajahnya berseri-seri (dan) kepada Tuhannya pandangan. Dan wajah pada hari itu muram. Kedua ayat ini mungkin sangat jelas bahwa orang beriman akan berseri-seri dan orang tidak beriman akan muram. Yang menarik adalah penggunaan kata nya yang menggunakan bentuk feminin. Mungkin karena merujuk pada wajah sebagai bentuk feminin. Ini berlaku bagi yang berwajah berseri-seri maupun muram. 

Bisa jadi ayat-ayat yang dualisme tadi berguna untuk mengkontraskan sesuatu. Dalam pelajaran manajemen tentang analisis penemuan masalah, terkadang dilakukan dengan mengkontraskan sesuatu dengan maksud agar jelas putusan yang akan diambil. Apakah dalam kasus ini juga demikian? Pada hari kiamat akan dapat dilihat dengan jelas ciri-ciri kedua golongan tadi. Mungkin saja. Namun ada yang menjadi pengendali kita dalam kehidupan yaitu ayat yang menyebut: “Bahkan kalian mencintai kehidupan dunia dan mengabaikan akhirat“.

Dalam era sekarang tantangan berbeda dengan era dahulu. Setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda. Namun esensinya sama, yaitu bagaimana dunia hanya menjadi sarana bagi akhirat. 

Allah yang maha tahu.