I will drive hi…

I will drive him into Saqar…………………Over it are nineteen (Mudatsir 26 and 30)

Bagi orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam Saqar. Apa itu saqar? (Saqar) itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Yang membakar bagi manusia. Di atas nya ada sembilan belas.

Ayat ini merupakan ayat yang multi interpretasi dan dapat diberi makna secara mengembang. Orang dengan lingkungan keilmuan yang berbeda akan dapat memberikan makna yang berbeda. Ada semacam teka-teki tentang ayat ini. Seperti kata ‘akan’. Tidak ada penjelasan kapan itu terjadi. Apakah masih di kehidupan dunia atau kehidupan setelah mati? Ini juga pertanyaan lanjutan. Saqar itu ada di dunia ini atau di akhirat nanti. Kalau di terjemah depag, makna ‘tidak meninggalkan dan tidak membiarkan’ adalah apa yang dilemparkan ke dalam saqar (neraka) akan diazab hingga binasa, kemuadian dikembalian seperti semula untuk diazab kembali. Penafsiran ini di terjemah depag tidak ada penjelasan sumber pemaknaan itu. 

Kalau saqar berarti kejadian yang ada di bumi maka tentu perlu penafsiran tambahan. Apakah ada tempat di bumi yang dikhusukan untuk orang kafir? Rasanya tidak ada. Alam semesta milik Allah, yang siapa saja diberi kesempatan sama untuk tinggal di bumi. Atau ayat itu bermakna akibat perbuatan orang kafir (yang di ayat-ayat lain juga disebutkan suka membuat kerusakan di muka bumi) maka manusia akan dimasukkan ke dalam saqar yang panasnya membakar manusia. Apakah saqar itu global warming? Nggak tahu juga. Memang dengan pemanasan global, maka tidak ada lagi tempat di bumi yang tidak terkena dampaknya. Maka dalam saqar, tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Semua terkena dan merasakannya. Merasakan terbakar. 

Itu kalau dimaknai secara fisik dan kejadian di bumi dalam bentuk future tense. Kalau dimaknai secara psikis bagaimana? Nggak tahu juga. Barangkali teman dari psikologi bisa menjelaskan. Apalagi kalau dimaknai itu kejadian di akhirat, maka diskusi selesai dengan pernyataan ‘berbuatlah baik di dunia agar di akhirat selamat’. Untuk pesan seperti ini, kami mengira tidak perlu Allah menurunkan ayat sebanyak Al-Qur’an. Satu ayat saja sudah cukup sebagai pemberi peringatan pada manusia yang mau berfikir. Sehingga ada keyakinan bahwa ada makna-makna kekinian dalam setiap ayat Qur’an yang dapat diterapkan saat ini di dunia di bumi ini untuk menjadikan bumi ini tempat yang mensejahterakan umat manusia keseluruhan.

Yang hebat lagi adalah dalam ayat itu tersebutkan secara jelas bahwa ‘diatasnya saqar ada sembilan belas’. Ini angka apa? Kalau disearch keajaiban angka sembilan belas akan banyak ditemukan penjelasan. Seperti angka itu meruapakan gabungan dari satu sebagai angka terkecil dan sembilan angka terbesar basis persepuluhan. Dan gabungannya merupakan bilang.an prima. dan lain-lain. Tapi apa makna sembilan belas ini? Kalau di tafsir depag diberi tanda kurung sembilan belas (malaikat penjaga). Yang menarik adalah pada ayat berikutnya yang menyebutkan apa guna ‘bilangan’. 

Baca qur’an dan berikan maknanya. Jadikan suluh kehidupan yang lebih baik.