Is there an effect of religion on election success?

Apakah ada pengaruh keagamaan dalam keberhasilan pemilu? Pertanyaan ini pengting untuk di jawab karena pada saat pergantian pimpinan nasional, Islam akan menjadi alat jual untuk meraih suara. Berbagai kepentingan akan menyatu untuk memanfaatkan tentang Islam akan dimunculkan. Ini sesungguhnya sama dengan ketika suatu industri akan menjual produknya. Bagaimana pengguna dibujuk agar mau membeli barang dan jasa yang ditawarkan. Konsep AIDA (attractive, interest, desire, action) dilakukan secara massive sehingga pemilih menusukkan paku pada gambar yang diharapkan.

Dalam demokrasi seperti ini, maka memang tujuan utamanya adalah memperoleh suara untuk dukungan dalam parlemen dan pemerintahan. Tentu dengan berbagai strategi dan tujuan setelahnya. Perilaku partai peserta pemilu seperti ini sesungguhnya terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi di berbagai negara yang menerapkan sistem demokrasi. Data yang diambil dari laporan tentang The Religious Diversity Index (RDI) yang dikaitkan dengan sistem pemerintahannya dan proses pemilu yang dilakukan, akan dapat diketahui bahwa dimanapun demokrasi tersebut diterapkan, maka akan membawa dampak perilaku partai yang seperti itu. Dengan kata lain bawa sesungguhnya tidak ada pengaruh yang signifikan antara agama dengan keberhasilan pemilu.

Sehingga hal yang perlu diperhatikan adalah kesadaran masyarakat untuk melihat bahwa sesungguhnya isu keIslaman hanyalah sebagian alat untuk mendulang suara. Tidak akan ada kepastian partai yang ada dalam menyuarakan Islam. Karena nilai-nilai Islam mungkin justru akan tumbuh subur di masyarakat ketika masyarakat sendiri dalam keseharian menunjukkan perilaku yang islami. Mengembangkan rasa cinta pada orang lain, mampu mengatur diri sendiri untuk lingkungan yang lebih baik, memberikan manfaat yang terbaik bagi orang lain. Biarkan demokrasi berjalan apa adanya karena itu sudah menjadi pilihan bangsa ini. Ada catatan menarik, ‘Professor Joo-Cheong Tham says many young voters are not engaged or interested in the electoral process. One-in-five are not voting, that is a serious issue, a serious democratic deficit’.