National Interest and 4th generation war

4GW (Fourth Generation War)

Dalam tulisan Pentagons’ new map disebutkan:

INDONESIA– Usual fears about breakup and “world’s largest Muslim population.” Casualty of Asian economic crisis (really got wiped out). Hot spot for terror networks, as we have discovered.

Ini menjadi suatu tanda-tanda masuknya Indonesia dalam perang generasi keempat. Perang generasi keempat (4GW) adalah konflik yang dengan semakin kabur batas antara perang dan politik, angkatan perang dan warga sipil. Konsep ini digunakan untuk memberikan gambaran perang terhadap desentralisasi. Dalam perang generasi keempat, actor yang melakukan perang bukanlah Negara melainkan actor non-negara. Sehingga dalam peperangan ini tidak dapat dilihat secara langsung musuh yang dihadapi. Perang generasi keempat ditandai dengan

Perang bersifat kompleks dan jangka panjang, dapat berupa terorisme sebagai taktik, tidak bersifat kenegaraan namun sangat terdesentralisasi, serangan langsung masuk pada budaya musuh, perang psikologis yang sangat canggih, terutama melalui manipulasi media, semua tekanan sebagai senjata  yang tersedia digunakan baik politik, ekonomi, sosial dan militer, terjadi konflik intensitas rendah yang melibatkan aktor dari semua jaringan, tidak melibatkan pasukan perang, tidak ada hirarki tempur, ukuran kecil namun menyebar menjadi jaringan, menggunakan strategi gerilya.

The New World Order

Konsep ini merupakan sebuah skenario global-international yang kemungkinan didorong oleh adanya kepentingan tertentu. Ada banyak pro dan kontra dalam konsep ini. Beberapa pihak yang kontra menisbahkan konsep ini pada kepentingan ‘zionis’. Sedang yang pro melihat pada dewasa ini perlu diatur kembali konstelasi antar negara agar semua negara berada pada posisi yang seimbang. Istilah new world order digunakan untuk merujuk suatu periode dimana terjadi perubahan yang drastic dalam politik dan keseimbangan kekuasaan pasca perang dunia II. Konsep idealis ini sesungguhnya diharapkan untuk dapat mendukung penyelesaian permasalahan bangsa-bangsa secara bersama dengan tetap menghormati hak-hak bangsa masing-masing. Keseimbangan ini akan menjadi jalan bagi lahirnya berbagai organisasi dan kesepakatan internasional dan sebagai bagian untuk mendukung kapitalisme secara internasional.

National Interest

Energi akan menjadi dasar bagi berbagai kepentingan bangsa-bangsa dalam berinteraksi. Energi minyak bumi memang saat ini murah, nyaman, namun pada jangka panjang akan segera habis. Sebaliknya energi terbarukan dari angin, matahari adalah mahal, tidak mudah dalam memproduksi, namun sehat. Hal ini yang akan menjadi penggerak bagi persaingan masa depan.

National interest adalah:

the interest of a nation as a whole held to be an independent entity separate from the interests of subordinate areas or groups and also of other nations or supranational groups.

Dengan semangat ini di era 4GW akan mengarahkan pada konflik-konflik asimetri yang merasuk pada berbagai aspek kehidupan suatu bangsa. Untuk bertahan dalam konflik ini maka kekuatan ideologi menjadi penting. Bagaimana suatu bangsa membangun kekuatan ideologi pada masyarakatnya akan menentukan kemampuannya menjaga national interest. Dan membangun ideologi bukan suatu yang mudah dan instant. Perlu perencanaan panjang karena terkait dengan membangun budaya dan perilaku masyarakatnya.