Apa yang dapat diwariskan untuk menyongsong kemajuan Indonesia?

Laju berkurangnya sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia saat ini dapat dikatakan tidak sebanding dengan laju peningkatan daya saing Indonesia. Dari waktu ke waktu Indonesia masih bercokol di angka lebih dari 100 dalam daya saing dibandingkan negara-negara dunia saat ini. 

Namun memang tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah penduduk Indonesia yang banyak akan menjadi pasar yang sangat besar untuk berbagai komoditas baik yang bersifat konsumtif maupun produksi. Untuk tetap dipertahankan sebagai pasar yang empuk, tentu para produsen akan tetap ikut membantu agar penduduk Indonesia tetap memiliki daya beli yang cukup atas produk-produk mereka (meski harus mmenguras sumber daya alam yang ada). 

Perumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi sebesar 5.7% pada tahun 2014 perlu disikapi secara hati-hati. Keinginan para pemilik modal dan teknologi industri atas Indonesia yang akan tetap menjadi pasar mereka adalah merupakan agenda tersembunyi (hidden agetnda) sehingga Indonesia tetap tidak akan mandiri dalam banyak hal. Artinya mampu membeli tetapi tidak mampu memproduksi).

Kasus-kasus dalam industri: mobil, motor, pertanian: jagung, kedelai, beras, buah, peternakan: sapi, dll. menjadi pelajaran bahwa Indonesai akan terus didorong agar tidak mampu berdiri tegak. 

Serangan ini tentu dilakukan melalui berbagai upaya tersembunyi dalam berbagai level kebijakan dan program. Yang akhirnya memang menjadikan Indonesia masih berada pada posisi tinggi pada angka korupsi.

Alih-alih menyalahkan orang lain, perlu dipikirkan bersama bagaimana membangun Indonesia. Hanya melalui kesadaran bersama dengan memberikan pendidikan yang terbaik maka Indonesia dapat diselamatkan.

Pendidikan yang penting adalah pendidikan yang membangun karakter dan moralitas. Mulailah fokus pada pendidikan ini. Geser keinginan untuk hebat secara instan pada meteri-materi pelajaran yang bersifat kognitif. Karena ini akan menjadi usang saat anak-anak kita beranjak dewasa. Berikan pada mereka kemampuan untuk bekerjasama, kesadaran akan lingkungan nasional dan global, kemampuan untuk dapat survive, tekun dan teguh dalam bersikap, dan moral atas lingkungan sosial yang dihadapi. Ini yang saat ini menjadi krisis. Ini yang akan menjadi bahaya bagi masa depan jika tidak ditekuni oleh para orang tua dan pendidik.

Mulai dari mana? Mulai dari diri kita untuk membangun kesadaran. Tunjukkan dalam bertindak dan berfikir kita akan pentingnya hal-hal tersebut. Sampaikan baik dengan kata-kata maupun contoh kepada lingkungan kita; dari keluarga kita.

Kita sambut bonus demografi dengan membangun kembali pilar keluarga diatas semangat kemandirian bangsa. Hanya dengan mandiri kita akan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia internasional.