Siklus dalam Ath-tholaq

Dalam qur’an surat ath tholaq ada empat ayat yang Allah menggunakan kata Qad (sungguh). Pertama: Qad ja’alallahu likulli syaiin qadra (sungguh allah telah menjadikan ukuran/ ketentuan pada segala sesuatu. Kedua: qad anzala allahu ilaikum dzikra. Ketiga: qad ahsanallahu lahu rizqa. Keempat: qad ahatho bi kulli sayi’in ‘ilma.

Kata qad digunakan untuk memberikan keyakinan bahwa kalimat yang disebutkan adalah sesuatu yang benar yang dapat dibuktikan dengan berbagai cara. Sesuatu yang tidak ada keraguan di dalamnya.

JIka boleh mengartikan urutan ayat sebagai urutan kronologis, maka sesungguhnya ayat tersebut menceritakan sebuah urutan dalam memahami interaksi manusia dengan alam sebagai bagian ketundukan pada sang pencipta.
Bahwa di alam semesta berlaku suatu hukum yang mengaturnya dan ini bersifat tetap (dengan ukuran tertentu). Sehingga pengungkapan hukum ini oleh siapapun akan menghasilkan hasil yang sama ketika diamati dengan cara yang sama. Penemuan-penemuan akan ketentuan dan ketetapan dalam alam semesta ini tidak lain kecuali akan menjadi pengingat, tanda-tanda untuk mendekat pada Allah. Ketika hasil pengamatan yang tidak menjadikan kedekatan pada Allah sesungguhnya hanya akan membawa pada kesesatan belaka. Hal ini terkait dengan qad ketiga dimana bagi mereka akan diberikan rizki yang baik. Akan terlihat bahwa kerusakan alam semesta adalah karena arah yang tidak benar dalam mensikapi tanda-tanda alam. Untuk dapat memahami semua itu (baik ketetapan benda-benda di alam, maupun interaksi yang ada di dalamnya pada non kebendaan) sesungguhnya semuanya diliputi oleh ilmu allah. Sehingga untuk meraaih segala sesuatu memang hanya dapat dilakukan dengan ilmu.

Bacaan ayat diantara semua tanda-tanda qad tersebut menjelaskan semua keterkaitan tersebut dalam aspek yang sangat luas dan terbuka pada berbagai perspektif tentang kebaikan.
Mari baca surat Ath-Tholaq……………………!