PENGINTEGRASIAN SUMBER DAYA SEKOLAH

Hendri Setiawan, Santi Via Pradaniar, Khaerul Anwar, Ifti Nur Faizah

SUMBER DAYA KURIKULUM

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan/kompetensi, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan manajemen kurikulum adalah suatu sistem pengelolaan kurikulum yang koorperatif, komprehensif, sistematik dan sistemik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Kurikulum harus dikembangkan sesuai konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).Lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan kurikulum. Ada 5 prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum, yaitu : Produktivitas, Demokratisasi, Koorperatif, Efektivitas, Mengaruh visi, misi dan tujuan prinsip-prinsip tersebut juga perlu mempertimbangkan kebijaksanaan pemerintah maupun departemen pendidikan nasional. Keterlibatan masyarakat dalam manajemen kurikulum dimaksudkan agar dapat memahami, membantu dan mengontrol implemenntasi kurikulum, sehingga lembaga pendidikan/sekolah selain dituntut koorperatif juga mampu mandiri dalam mengidentifikasi kebutuhan kurikulum, melaksanakan pembelajaran, menilai kurikulum, mengendalikan, serta melaporkan sumber dan hasil kurikulum baik kepada masyarakat maupun pada pemerintah. Fungsi-fungsi manajemen kurikulum dapat dikemukakan sebagai berikut :   Mengelola perancangan (Desain) kurikulum pembelajaran, Mengelola implementasi kurikulum pembelajaran, Mengelola pelaksanaan evaluasi kurikulum/pembelajaran, Mengelola perumusan penetapan kriteria dan pelaksanaan kurikulum kelas/ kelulusan, Mengelola pengembangan bahan ajar, media dan sumber belajar, Mengelola pengembangan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler, Mengelola penarapan uji coba atau merintis pembelajaran yang dicenangkan pemerintah pusat. Perencanaan kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membina siswa/peserta didik ke arah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai sebagaimana perubahan-perubahan telah terjadi pula pada siswa. Kualitas kemampuan setiap individu perlu ditingkatkan agar dapat melakukan tugas-tugas dan perannya secara efektif dan efisien. Tujuan kurikulum merupakan penjabaran tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan kelembagaan pada khususnya yang dirumuskan secara bertahap.Tujuan pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan tanaga kerja (sesuai dengan pekerjaannya) yang mencakup pengetahuan (kognitif), sikap (apektif), dan keterampilan (skill) yang merupakan hasil dari tidakan dan pengalaman eksploratoris/lapangan. Setiap manusia memiliki potensi, punya kemampuan dan kekuatan untuk berkembang. Segala potensi yang dimilikinya itu sangat ditentukan dalam proses pengembangan tingkah laku. Oleh karena itulah kurikulum didesain untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa. Guru harus mampu membangun suasana yang hangat dan akrab yang memungkinkan siswa dapat mencurahkan segala perasaannya dengan penuh kepercayaan. Selain itu guru juga harus berperan sebagai sumber, yang mampu memberikan bahan pelajaran yang menarik serta mampu memperlancar proses pembelajaran.

SUMBER DAYA KEUANGAN

Manajemen keuangan adalah kegiatan sekolah untuk merencanakan, memperoleh, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan keuangan sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Manajemen keuangan perlu dilakukan karena sumber pembiayaan sekolah biasanya terbatas. Karena itu, sekolah harus mampu meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan bahwa program sekolah memerlukan tambahan biaya. Cara untuk mendapatkan tambahan biaya keuangan sekolah di antaranyamenyusun proposal untuk setiap program kegiatan, menentukan keperluan dana untuk setiap kegiatan, mencatat atau mendaftarkan sumber-sumber pembiayaan sekolah, menyusun Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS), menggunakan format penyusunan RAPBS yang ada, mengajukan proposal dan RAPBS ke instansi terkait misalnya komite sekolah, badan peranserta masyarakat, alumni atau donator lainnya.Dalam menggunakan keuangan sekolah, maka sekolah (kepala sekolah dan guru-guru) antara memilih bendahara, pemegang buku, dan pengawas yang bertanggung jawab,menentukan mekanisme pengeluaran keuangan sekolah misalnya sebelum mengeluarkan uang harus mendapat persetujuan pengawas dan kepala sekolah,menggunakan keuangan sekolah sesuai dengan RAPBS, danmencatat secara tertib dan cermat pendapatan dan pengeluaran sekolah

 

SUMBER DAYA MANUSIA

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ciri-ciri manajemen sumber daya manusia yaitu mengetahui yang diharapkan darinya, yang pertama-tama menunjukkan seorang manajer adalah manajer profesional atau bukan adalah apakah ia tahu yang diharapkan oleh perusahaan darinya. Seorang manajer sumber daya manusia atau manajer apapun yang merasa dirinya termasuk kategori profesional akan selalu melakukan hal yang sama sebelum menerima sebuah tawaran posisi. Ini adalah salah satu ciri khusus yang membedakan seorang manajer profesional dan yang bukan. Lalu memiliki kemampuan yang “mumpuni” yakni tentunya harus mencapai tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang termasuk kelompok amatir atau yang biasa-biasa saja. Seorang petinju profesional lebih tahu banyak tentang strategi bertinju dan berlaga untuk sepuluh ronde. Seorang petinju amatir hanya berlaga untuk tiga ronde. Dengan kata lain, seorang profesional harus mempunyai kemampuan yang “mumpuni” ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya dengan kemampuan, yaitu sikap mental yang akan dijelaskan kemudian. Setelah itu mengetahui “harga-nya” sendiri. Seorang manajer profesional sadar betul bahwa “ia” pengetahuannya, dan keahliannya mempunyai “harga” tertentu sesuai dengan harga pasarannya. Seorang manajer profesional akan mencapai suatu tingkatan dimana ia tidak lagi dalam posisi melamar pekerjaan tetapi ia yang akan dilamar. Manajer profesional yang mencapai tingkatan ini akan mengetahui “harga” yang melekat padanya. Ia tidak lagi akan pusing dengan job grade (golongan atau kelas) dari jabatan yang didudukinya tapi yang penting untuknya adalah apakah “rupiah-nya” kompetitif atau tidak. Di Indonesia sudah banyak yang mencapai tingkatan seperti itu.

SUMBER DAYA SARANA PRASARANA

Salah satu sumber daya yang penting dalam suatu sekolah adalah sumber daya sarana prasarana. Kebutuhan sarana prasarana merupakan kegiatan pengadaan, pemeliharaan, dan penghapusan alat yang digunakan untuk menunjang pencapaian tujuan yang ditetapkan. Sarana dan prasarana itu saling berkaitan satu sama lain walaupun masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda. Prasarana pendidikan adalah fasilitas yang mendukung keterlaksanaan kegiatan pendidikan seperti gedung dan benda yang tidak dapat dipindahkan lainnya. Sedangkan sarana pendidikan adalah alat yang secara langsung digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat digolongkan menjadi alat pelajaran, alat peraga, dan media pengajaran. Ciri bermutu dari sarana prasarana itu jika sarana prasarana lengkap, sesuai dengan keperluan sekolah, dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Di samping itu, perlu adanya manajemen sumber daya sarana prasarana sekolah yang bertugas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar mengajar. Berbagai cara dapat ditempuh untuk menjadikan suatu sarana prasarana memiliki ciri bermutu, di antaranya yang berhubungan dengan prasarana dengan menetapkan kebutuhan prasarana dan prioritasnya, selain itu mencatat prasarana sekolah secara tertib dan akurat. Cara merencanakan kebutuhan sarana pendidikan yang berhubungan dengan alat pelajaran yaitu merencanakan kebutuhan buku, alat praktik, bahan praktik, dan alat laboratorium berdasar kurikulum yang berlaku dengan memperhatikan jumlah siswa, jika berhubungan dengan alat peraga dan media pengajaran  yaitu dengan menyusun kebutuhan alat peraga dan media pengajaran  menurut jenisnya dengan memperhatikan jumlah siswa. Selanjutnya cara agar sarana prasarana itu bermanfaat sesuai fungsinya dengan menyusun jadwal pemanfaatannya sesuai peruntukan masing-masing sarana prasarana dan menunjuk petugas tata usaha sekolah sebagai penanggung jawab keamanan dan kebersihan sarana prasarana. Dengan demikian maka sarana prasarana dapat bermutu dan menunjang kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sumber referensi :

Manajemen Berbasis Sekolah untuk Sekolah Dasar, Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, 2001