MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK PERUBAHAN

Mindi Dwi Septiningrum, Melinda, Anggi Alfiansyah, Dina Nur Safitri, Indah Prihartini, Pramudya Ardhana

KEPALA SEKOLAH
Kepala sekolah adalah guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah yang diselenggarakan proses belajar-mengajar atau tempat terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Kepala sekolah bertugas sebagai pemimpin adalah mengatur situasi, mengendalikan kegiatan kelompok, organisasi atau lembaga, dan menjadi juru bicara kelompok. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, terutama untuk memberdayakan masyarakat dan lingkungan sekitar, kepala sekolah dituntut untuk berperan ganda, baik sebagai catalyst, solution givers, process helpers, dan resource linker.
Fungsi Kepala sekolah memegang peranan penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang diberikan tanggung jawab untuk melakukan pengelolaan penuh terhadap pengaturan jalannya roda kependidikan di sekolah. Peran utama Kepala Sekolah adalah sebagai pemimpin yang mengendalikan jalannya penyelenggaraan pendidikan di mana pendidikan itu sendiri berfungsi pada hakekatnya sebagai sebuah transformasi yang mengubah input menjadi output. Hal ini menentukan suatu proses yang berlangsung secara benar sesuai dengan ketentuan dari tujuan kependidikan itu sendiri. Untuk menjamin terselenggaranya pendidikan di sekolah seorang pemimpin sebagai top manajer sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah. Kepala Sekolah tentunya memerlukan manajerial yang baik dalam rangka menjamin kualitas agar sesuai dengan tujuan pendidikan, berdasarkan kompetensi kompetensi yang telah dipersyaratkannya.
Kriteria menjadi kepala sekolah
Seorang guru harus mempunyai kriteria atau kualifikasi umum untuk menjadi seorang kepala sekolah, yaitu:
• Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi.
• Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun.
• Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun menurut jenjang sekolah masing-masing. Untuk Taman Kanak-Kanak atau Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 tahun di TK/RA.
• Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS disertakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.
KURIKULUM
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.
Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.
Dalam sebuah manajemen sekolah terdapat kurikulum, kurikulum dibutuhkan untuk membantu mengatur dalam system pembelajaran di sekolah. kurikulum merupakan alat yang sangat penting dalam menjamin keberhasilan proses pendidikan, artinya tanpa kurikulum yang baik dan tepat akan sulit mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang dicita-citakan. Oleh karena itu kurikulum adalah semua kegiatan yang dirancang bagi terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian ini jauh lebih luas, karena mencakup seluruh kegiatan intern dan ekstra peserta didik, baik yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran maupun kegiatan-kegiatan lain yang menunjang tercapainya kegiatan pendidikan. Memprogramkan kurikulum sudah harus mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang perlu dalam frame pendidikan, termasuk interaksi antara anak didik dan pendidik (learner and teacher) sesama anak didik dan antara sekolah dengan masyarakat sekitar.
Kurikulum dalam manajemen sekolah terdapat beberapa indicator yaitu adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah, peningkatan efisiensi dan efektifitas penglolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan, peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran, adanya kompetisi yang sehat antar sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan.
Indikator dalam sebuah kurikulum juga memerlukan bagaimana cara dalam menerapkan indikator tersebut yaitu dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan guru dalam mengelola dan menggunakan sumber-sumber informasi yang tersedia, tanggung jawab yang jelas, dan transparan, melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan wali murid, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
GURU
Menurut pepatah jawa, Guru adalah digugu lan ditiru berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya dan masih ada banyak pepatah yang berhubungan dengan guru lainnya walaupun intinya sama. Saat ini sosok guru sudah ikut “ter-reformasi”. Guru dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang selalu berkembang dan mengikuti kemajuan jaman. Sudah tidak waktunya lagi guru yang kaku, memiliki pengetahuan terbatas, dan tidak terbuka dengan kemajuan teknologi.
Guru merupakan suatu profesi,yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang pendidikan. Karena Guru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan.
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Apa yang disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
Disamping tuntutan tugas sebagai seorang guru, ada peran yang wajib dilaksanakan yaitu peran guru dalam dunia pendidikan seperti guru sebagai pendidik (nurturer), guru sebagai model atau contoh bagi anak, guru sebagai pelajar (leamer). guru sebagai komunikator, seta guru sebagai administrator.
Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam kehidupan bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari “citra” guru di tengah-tengah masyarakat.

MANAJEMEN KEUANGAN

Kata “manajemen” (management) mempunyai beberapa arti, tergantung pada konteksnya. Dalam bahasa Inggris, management berasal dari kata kerja to manage yang dalam bahasa Indonesia dapat berarti mengurus, mengatur, mengemudikan, mengendalikan, mengelola, menjalankan melaksanakan dan memimpin[1]. Ada banyak pengertian manajemen yang telah dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya adalah, Silalahi mengartikan “manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasional secara efektif dan efisien”.[2]

Dari beberapa pendapat mengenai manajemen yang di kemukakan para ahli, dapat di ambil pengertian bahwa manajemen merupakan suatu usaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan dan memberdayakan semua sumber daya, baik manusia maupun sumber daya lainnya. Manajemen adalah seni. Seni dalam mengorganisasi sesuatu untuk mewujudkan seuatu tujuan tertentu.

Institusi, organisasi, lembaga atau bahkan diri manusia, dan termasuk juga sekolah membutuhkan adanya manajemen. Dalam modul yang ditulis oleh Abdul Choliq, dikatakan bahwa manajemen merupakan kekuatan utama dalam organisasi apapun. Manajemen digunakan sebagai rujukan untuk mengatur atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan subsistem dan menghubungkannya dengan lingkungan organisasi, khususnya dalam pembinaan para anggotanya. Manajemen makin berkembang seiring dengan semakin kompleksnya tatanan kehidupan baik dalam organisasi pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta karena tuntutan perkembangan zaman, manusia terus berupaya untuk mendapatkan alat pemecahan yang tepat guna, terpadu dan komprehensif. Demikian pula agar organisasi menjadi maju diperlukan manajemen yang baik untuk menata segala bidang yang ada di dalam organisasi yang bersangkutan, pembinaan terhadap anggota organisasi sebagai sumber daya manusia, bidang sarana dan prasarana, bidang administrasi dan termasuk juga bidang keuangan.[3]

Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian.

Beberapa kegiatan manajemen keuangan yaitu memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban.
Adapun tujuan dari manajemen keuangan adalah untuk memperoleh, dan mencari peluang sumber-sumber pendanaan bagi kegiatan sekolah, agar bisa menggunakan dana secara efektif dan tidak melanggar aturan, dan membuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Di sinilah peran seorang manager sekolah atau Kepala Sekolah untuk mengelola keuangan dengan sebaik mungkin dengan memperdayakan sumber daya manusia yang ada di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Untuk itu tujuan manajemen keuangan adalah[4]:
1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah
2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah.
3. Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber-sumber dana, menempatkan bendaharawan yang menguasai dalam pembukuan dan pertanggung-jawaban keuangan serta memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai dengan pengelolaan dan pemanfaatan secara optimal.
Gedung sekolah yang terawat dengan baik akan memberikan gambaran pada masyarakat tentang pelayanan pendidikan yang tertib dan teratur.Sebaliknya gedung sekolah yang tidak terawat, rusak , halaman penuh rumput yang tidak teratur akan memberikan kesan bahwa mutu pendidikan yang ada di dalamnya tidak baik.
Perlengkapan dan peralatan sekolah juga merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi belajar dan mengajar. Guru tidak mungkin dapat mengajar dengan senang dan bersemangat dengan perlengkapan kuno dan rusak, peralatan yang kurang lengkap dsb. Oleh karena itu Pimpinan sekolah harus menaruh perhatian yang serius terhadap perlengkapan serta peralatan sekolah. Ia harus mampu mendorong guru-guru untuk bersama-sama memperhatikan masalah ini.
Manfaat sarana prasarana pendidikan di sekolah. Pendidikan berkualitas memerlukan tersedianya sarana prasarana yang memadai yakni :
• Tata ruang yang baik Pertama dimulai dari ruang tempat belajar. Ruang yang ideal memiliki tata ruang yang baik serta dilengkapi dengan pengatur udara dan sarana visual yang memadai. Tata ruang yang baik sangat menunjang pada optimalnya proses belajar mengajar.
• Pendingin ruangan atau AC. Adanya pendingin ruangan memberi kenyamanan baik bagi siswa maupun pengajar.
• Sarana Visual. Sarana visual yang modern dan up to date mempermudah proses transfer ilmu kepada siswa..
• Ruang laboraturium. Laboratorium praktikum harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang memadai dan sesuai perkembangan teknologi. Laboratorium pendidikan harus mengacu pada perkembangan teknologi yang berkembang pesat seiring dengan masuknya berbagai teknologi maju disertai dengan peralatan-peralatan canggih..
• Komputer dan Multimedia. Media pengajaran harus sudah memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Staf pengajar harus sudah memanfaatkan teknologi komputer dan multimedia. Misalnya, berbagai proses dalam tubuh akan lebih jelas bila diterangkan melalui animasi serta video-video yang sekarang banyak beredar dalam bentuk CD ROM atau lainnya. Selain itu teknologi multimedia dan digital memungkinkan kita menyimpan lebih banyak data dan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan terbaru.
• Perpustakaan
Fasilitas perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana di sekolah yang penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya perpustakaan siswa mauoun pengajar akan lebih mudah dalam mencari data atau informasi dan menambah wawasan yang luas.
• Kamera CCTV. Pemasangan CCTV di sekolah merupakan bentuk upaya untuk lembaganya memaksimalkan pengawasan melekat (waskat) terhadap semua komponen yang ada di sekolah. Tujuannya, agar guru dan pegawai makin meningkatkan kinerjanya. Sementara siswa diharapkan bisa belajar lebih baik.
Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah/ sekolah yang bersih, rapi, indah, sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun untuk murid dan masyarakat yang berada di sekolah. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah/ sekolah yang bersih, rapi, indah, sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun untuk murid dan masyarakat yang berada di sekolah
SISWA
Untuk menjadi sekolah yang bermutu, sekolah harus mempunyai sumber daya manusia yang bermutu, salah satunya siswa. Siswa mempunyai peran penting dalam pengembangan mutu sekolah. Siswa yang mempunyai mutu yang unggul maka akan meningkatkan kualitas sekolah tersebut. Banyak karakteristik siswa yang bisa di gunakan sebagai acuan untuk menunjukan bahwa sekolah itu berkualitas. Salah satu ciri siswa yang berprestasi adalah mampu mengembangkan kemampuan afektif, kognitif dan psikomotorik.
Dalam ranah kognitif berhubungan erat dengan kemampuan berfikir, termasuk di dalammnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi. Secara umum siswa dituntut untuk memiliki enam (6) kemampuan di antaranya pengetahuan, pemahaman, penerapan, analitis, sintesis dan evaluasi. Setiap siswa harus memiliki kemampuan tersebut karena sangat berperan penting dalam perkembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Hal tersebut dapat di capai dalam proses kegiatan belajar yang terjadi dalam suatu satuan pendidikan.
Dalam ranah psikomotorik menurut Singer (1972) mata pelajaran yang termasuk kelompok mata pelajaran psikomotor adalah mata ajar yang lebih berorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi – reaksi fisik. Sedangkan menurut Mager (T.Th) berpendapat bahwa mata ajar yang termasuk dalam kelompok mata ajar psikomorik adalah mata ajar yang mencakup pada tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau kumpulan tugas tertentu. Seorang siswa yang mempunyai kemampuan psikomotorik biasanya mempunyai perilaku untuk melakukan; 1. Gerak refleks, adalah respon motor (gerak) tanpa sadar yang muncul ketika bayi lahir. 2. Gerak dasar, adalah gerakan yang mengarah pada keterampilan kompleks yang khusus. 3. Kemampuan perceptual, kombinasi kemampuan kognitif dan motor atau gerak. 4. Gerakan fisik, adalah kemampuan untuk mengembangkan gerakan yang paling terampil. 5. Gerakan terampil, adalah gerakan yang memerlukan pembelajaran, seperti keterampilan olahraga.
Ranah Afektif, Life Skil merupakan bagian dari kompetensi lulusan sebagai hasil proses pembelajaran. Pophan (1995), mengatakan bahwa ranah afektif menentukan keberhasilan seseorang. Artinya ranah afektif sangat menentukan keberhasilan seorang siswa untuk mencapai ketuntasan dalam proses pembelajaran.
Taksonomi ini lebih dikenal pada ranah yang berorientasi pada rasa atau kesadaran. Banyak dikalangan para ahli menginterpretasikan rana afektif menjadi sikap, nilai sikap yang diartikan tentu akan berpengaruh terhadap penyusunan tujuan instruksional yang akan ditetapkan dalam tujuan pembelajaran.
Karakteristik ranah afektif yang terpenting diantaranya sikap, minat, konsep diri, nilai dan moral.
SUMBER
1. http://may-alfa.blogspot.com/2012/11/metode-pembelajaran-melalui-aspek.html
2. http://www.masbied.com/2012/08/03/mengembangkan-kemampuan-kognitif-afektif-psikomotorik-siswa/
3. http://elearning.milaulas.com/mod/page/view.php?id=23
4. (http://mursalinpintar.blogspot.com/2010/03/pengertian-manajemen-sarana-dan.html
5. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/6%20Sarana%20Pendidikan.pdf. lihat
6. http://www.docstoc.com/docs/27546443/PEDOMAN-ADMINISTRASI-BAGI-LEMBAGA-PENDIDIKAN-DI-SEKOLAH- MENENGAH-ATAS

7. http://www.scribd.com/doc/4994224/pengertian-manajemen
8. http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_154.html
9. http://gurueksak.blogspot.com/2011/03/tugas-guru.html
10. http://id.wikipedia.org/wiki/Kepala_sekolah
11. http://www.m-edukasi.web.id/2013/05/bagaimana-peran-kepala-sekolah-di-dunia.html
12. http://weblog-pendidikan.blogspot.com/2009/08/indikator-keberhasilan-kurikulum.html
13. http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/pengertian-kurikulum- pendidikan.html#.Umo3dHCw0z4
14. http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/pengertian-kurikulum.html
15. http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum