Karakter adalah yang utama

Haru biru pergantian kepemimpinan nasional, kasus korupsi di berbagai bidang, ego sektoral dalam pengembangan dan pembangunan daerah, pendidikan yang belum jelas arah pengelolaannya, dll. merupakan indikasi adanya kebuntuan dalam arah pembentukan watak bangsa.
SUdah menjadi pengetahuan yang menyatu dengan sejarah bangsa-bangsa besar dunia bahwa watak atau karakter masyarakat dan pendudukknya akan menjadi penentu bagi kecemerlangan bangsa tersebut.
Berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi secara silih berganti berkembang dari berbagai sisi dunia. Dan semua itu sesungguhny merupakan hal yang tidak terlalu sulit untuk dikembangkan. Karena sesungguhnya tiada manusia di muka bumi ini yang bodoh. Semua memiliki kemampuan dalam berfikir yang sama hebatnya. Pembeda antar suatu bangsa adalah pada watak atau karakternya. Ini yang harus dibangun dengan seluruh kemampuan dan daya upaya oleh semua komponen bangsa. Ajakan-ajakan untuk meruntuhkan karakter akan selalu ada sepanjang zaman dalam berbagai bentuk. Yang tak jemu-jemu menyerang semua lapisan masyarakat baik dalam kesenangan akan harta, benda, kekuasaan, dan nafsu lainnya.
Kunci dalam membangun bangsa adalah dengan membangun karakter. Curahkan semua sumber daya untuk membangun karakter, niscaya gemilang yang akan dicapai.
Tugas kita semua untuk itu. Dari sisi paling sempit yaitu diri kita dan meluas pada keluarga, tetanggal, hingga menjadi kepentingan bangsa ini.
Inilah perjuangan yang sesungguhnya.