SUPERVISI “BLUSUKAN (JOKOWI)” SADAR IT (“AHOK”)

SUPERVISI “BLUSUKAN (JOKOWI)” SADAR IT (“AHOK”)

Triana Nuriastuti, Diyah Puspitarini, Irawati Sabban

Manajemen Pendidikan S2, Universitas Ahmad Dahlan

 Pengantar

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran.

Supervisi akademik harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses pembelajaran. Inilah karakteristik esensial supervisi akademik. Tujuan akhir supervisi akademik adalah agar guru semakin mampu memfasilitasi belajar bagi murid-muridnya.

Contoh supervisi akademik adalah sebagai Melakukan supervisi RPP dan silabus, supervisi KBM/kunjungan kelas, melakukan evaluasi pengelolaan kelas, melakukan penilaian.

Best Practices Supervisi Akademik

Hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Melakukan supervisi akademik dengan memanfaatkan IT sekaligus untuk mengetahui kemampuan guru dalam penguasaan IT. Contoh: kepala sekolah melakukan supervisi administrasi guru dengan cara guru mengumpulkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan email (saat ini setiap guru diwajibkan memiliki email)
  • Supervisi proses pembelajaran dengan “blusukan” (supervisi mendaadak dan secapa spontan pada saat guru melakukan KBM di kelas). Kegiatan ini bisa juga dilakukan dengan melalui CCTV atau langsung mendatangi guru kelas yang bersangkutan).
  • Menyederhanakan paradigma supervisi agar tidak terlalu text book. Namun menyederhanakan konteks supervisi. Seperti wawancara juga bisa dilakukan dengan bentuk konseling.

Analisis

Menurunnya kualitas pendidikan salah satunya disebabkan oleh faktor menurunnnya produktivitas sumber daya manusia. Hal ini bisa dilihat dari kualitas perangkat pembelajaran dan pemberian metode pembelajaraan di kelas, sehingga guru hanya terkesan “asal-asalan” dalam melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini salah satu tugas Kepala Sekolah adalah melakukan supervisi, baik dalam akademik ataupun kemampuan guru dalam penguasaan IT.

Jokowi dan Ahok memiliki kekuatan untuk menarik perhatian public dengan gaya kepemimpinannya. Dengan model Jokowi yang lebih sederhana dengan melakukan “blusukan” tetntunya menjadi sangat bagus dengan model Ahok yang menuntut setiap pegawai untuk disiplin dan professional dalam bidangnya. Dalam konteks ini model pekerjaan Jokowi dan Ahok sangat bagus jika di kolaborasikan sebagai tugas Kepala sekolah, tentunya dalam kegiatan supervisi.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut:

  • Melakukan supervisi akademik dengan memanfaatkan IT sekaligus untuk mengetahui kemampuan guru dalam penguasaan IT. Contoh: kepala sekolah melakukan supervisi administrasi guru dengan cara guru mengumpulkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan email (saat ini setiap guru diwajibkan memiliki email)
  • Supervisi proses pembelajaran dengan “blusukan” (supervisi mendaadak dan secapa spontan pada saat guru melakukan KBM di kelas). Kegiatan ini bisa juga dilakukan dengan melalui CCTV atau langsung mendatangi guru kelas yang bersangkutan).
  • Menyederhanakan paradigma supervisi agar tidak terlalu text book. Namun menyederhanakan konteks supervisi. Seperti wawancara juga bisa dilakukan dengan bentuk konseling.