MENCEGAH DISKRIMINASI DI SEKOLAH

MENCEGAH DISKRIMINASI DI SEKOLAH

Hedro Sucipto (12746025) dan Yusri A Boko (12746014)

Manajemen Pendidikan S2, Universitas Ahmad Dahlan

 

Diskriminasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak lain. Diskriminasi ini dapat berupa fisik dan psikis. Secara fungsi dan tugas kepemimpinan sekolah seharusnya mampu menciptakan budaya organisasi yang netral tanpa keberpihakan. Jika kebijakan atau keputusan yang diambil oleh seorang pimpinan sekolah (kepala sekolah) menciderai ketentuan undang-undang (UU) dan mengabaikan kinerja guru yang lain, maka secara nyata merusak atau melanggar hak asasi manasia (HAM). Bahkan dapat dikatakan memunculkan faham “dehumanisasi”.

Faham dehumanisasi seringkali muncul di sekolah, misalnya kepala sekolah mengangkat seseorang dalam jabatan tertentu dengan cara sepihak tanpa adanya aturan yang jelas. Sehingga kebijakan dapat memunculkan kecemburuan dari tenaga pendidik yang lain. Dalam perilaku lain kepala sekolah menjadikan fasilitas sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kekayaan pribadi.

Dalam hal lain praktek diskriminasi juga terjadi antara sesama tenaga pendidik, pendidik kepada peserta didik. Tindakan ini dikenal dengan istilah school bolling. yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa dengan cara fisik dan secara tidak langsung mempengaruhi fisik dan psikis mereka.

Munculnya diskrimiasi akan memberikan kesan negative, apalagi diskriminasi itu dilakukan oleh kepala sekolah. Tindakan diskriminasi seharusnya dihindari dalam dunia pendidikan (sekolah), kepala sekolah seharusnya memiliki relasi (hubungan) yang baik dengan guru dan serangkain administrasi sekolah lainnya. Organisasi sekolah seharusnya bisa dibedakan dengan organisasi industry lainnya, karena sekolah memiliki target dan tujuan tertentu sebaliknya organisasi industry juga demikian.

Tindakan tidak terpuji yang memunculkan diskriminasi dalam dunia pendidikan (sekolah), tindakan tersebut baik secara kebijakan maupun adiministrasi fiktif. Salah satu contoh misalnya dunia sekolah menjadi “komodity” bagi kepala sekolah atau oknum guru dan pegawai lainnya. Apalagi dalam dunia pendidikan (sekolah) salah satu masalah yang sangat tidak manusiawi ialah tindakan “korup” misalnya, dana BOS kadang disalah posisikan alokasi anggarannya pada kegiatan tertentu. Bisa dikatakan sebagai diskriminasi secara administrasi (kebohongan administrasi).

Dengan melihat fakta-fakta yang terjadi di sekolah adanya tindakan diskriminasi seharusnya sekolah menerapkan beberapa hal berikut ini, sehingga akan muncul kenyaman dan keadilan dalam keseharian. Hal-hal tersebut antara lain dapat dijalankan dengan: Kepala sekolah sebagai pimpinan sekolahmengambil kebijakan atas dasar standar operasional yang jelas. Kebijakan lain dengan mengambil suatu keputusan atas dasar musyawarah mufakat. Harus adanya konsep “egeletarian” dalam segala kebijakan, hingga tidak melecehkan etika profesi keguruan.