Manajemen Pendidikan: Bagian Peningkatan Kualitas

 

 

Tri Ambarwati Puspita Dewi (12005096), Antin Isnaini Pramu Widyati (12005054),

Siti Suryani Kusumastuti (12005085), Wahyu widayati (12005071),

Agun Budi Sutono (12005077)

 

Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pokok, Kegiatan pembelajaran, Alokasi Waktu, Sumber Belajar,  dan Penilaian.Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Program Semester kegiatan pembelajaran yang dirancang akan dicapai dalam satu semester. Program Tahunan kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam jangka waktu setahun dalam pembelajaran dari awal hingga akhir semester genap. Kriteria Ketuntasan Minimum adalah penilaian terhadap respon anak dalam menrima dan memahami materi setelah dilakukan evaluasi dengan standar yang sudah ditentukan untuk menentukan lulus tidaknya anak. Pemetaan Standar Kompetensi (Sk) Dan Kompetensi Dasar (Kd) berisikan materi-materi dan ketuntasan yang harus dicapai.

Sekolah adalah bagian dari manajemen/ pengolahan pendidikan. Oleh karena itu sarana prasarana memang sangat dibutuhkan dalam managemen/ pengelolaan pendidikan. Contoh sarana prasarana non material yaitu tenaga kerja. Jabatan yang tertinggi adalah Kepala Sekolah. Kepala Sekolah di sini menjadi seorang pemimpin sekaligus penggerak semua kegiatan yang ada disekolah. Selanjutnya staf pengajar atau disebut sebagai guru, berperan serta sebagai seorang pendidik dan pembimbing di sekolah. Kemudian tata usaha atau TU yang mengurus mengenai administrasi. Sekolah juga membutuhkan keamanan untuk menjaga semua alat-alat praktek, barang-barang yang ada di ruangan dan administrasi yang penting, maka dibutuhkan satpam. Yang menjadi pelengkap ketika murid-murid lapar yaitu ada kantin. Disinilah peran penjaga kantin sangatlah penting. Dikarenakan bahaya ketika murid-murid harus membeli makanan di luar sekolah meskipun ada satpam yang men-jaganya. Karena satpam tidak bisa mengawasi murid-murid satu persatu.

Murid termasuk pelaku dalam kelas. Karakteristik murid bermacam – macam yaitu ada murid yang bodoh,sedang,pintar dan jenius. Guru juga termasuk pelaku dalam kelas. Guru dapat digolongkan menjadi 2 yaitu guru laki – laki dan guru perempuan. Penampilan para pelaku dalam kelas harus lah rapi sopan dan tidak nyeleneh. Guru yang mengajar dikelas tidak hanya guru kelas saja melainkan guru mata pelajaran lain juga seperti pelajaran Pendidikan Agama, Bhs Inggris, dan banyak lagi

Dalam manejemen pendidikan ada sarana dan prasarana nonmaterial seperti Kepala Sekolah, guru, BK, Staf Tata Usaha penjaga perpustakaan, penjaga sekolah, satpam. Kepala Sekolah dan guru sangat berperan dalam lingkungan sekolah sebab mereka masing-masing mempunyai tugas dalam pendidikan yang mengembangkan dan membina potensi dasar anak kepada muridnya.Tugas Kepala Sekolah adalah memimpin dan membina guru dan kariawan sekolah termasuk juga Satpam, Staf Tata Usaha, dan penjaga kantin. Guru BK berperan penting dalam menyelesaikan masalah siswa. Staf Tata Usaha juga ikut berperan penting dalam lingkungan sekolah yang mana staf Tata Usaha membantu dalam administrasi sekolah. Satpam berperan dalam menjaga keamanan lingkungan sekolah.

            Di dalam manajemen pendidikan ada administrasi yang cendrung menunjukkan pada pekerjaan tulis menulis. Administrasi dikaitkan dengan anggaran dan biaya. Anggaran bisa dari pemerintah, dari pihak swasta atau juga sumbangan dari walimurid. Setiap sekolah membutuhkan biaya agar sekolah dapat beroprasi dengan baik. Biaya untuk menggaji para staf pengajar dan staf tata usaha serta satpam dan lainnya yang bertugas menjaga sekolah tersebut. Tunjangan hari raya dan bonus akhir tahun juga sering diberikan kepada mereka yang bertugas di sekolah.