Manajemen Pendidikan: Sebuah Sudut Pandang

Fani Tri Aryati, Asih Widayanti, Rini Nurhayati, Eka Putri Prajetnam, Imam Mudiono

 

Tujuan Pendidikan. Pada hakikatnya setap manusia, memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Karena di dalam kehidupan sangat dibutuhkan kemandirian dalam mempertahankan hidup, ilmu-ilmu yang didapatkan akan menjadikan manusia menjadi pribadi yang cerdas, cakap, kretif, dan tentunya menjadi warga negara yang baik.

Membuat Ekskul / Ekstrakurikuler. Di dalam kegiatan belajar formal, setiap sekolah tentunya memiliki kegiatan-kegiatan yang bisa membuat siswanya mengembangkan hobi atau keahlian di bidang lain, yang tentunya masih bersifat positif. Sebagai contoh diadakan ekskul sepakbola, yang tentunya akan menjadikan tempat bagi para siswa yang gemar bermain sepakbola. Karena bukan hanya dalam prestasi akademik, setiap siswa berhak berprestasi di bidang non akademik.

Ruang Kelas. Ruang kelas adalah salah satu manajemen pendidikan yang penting. Karena ditempat itulah peserta didik itu dapat menerima pembelajaran dengan baik maka dapat dipastikan manajemen pendidikan di sekolah itu baik. Ruang kelas yang baik adalah ruang kelas yang nyaman untuk dipergunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Tentunya juga dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang pembelajaran. Fasilitas tersebut seperti meja, kursi, papan tulis, spidol, penghapus, almari, dan lain-lain. Di dalam ruang kelas juga bisa di pasang gambar Presiden dan Wakil Presiden, atau gambar-gambar Pahlawan Nasional. Karena hal itu dapat mengingatkan peserta didik pada tokoh-tokoh nasional.

Kesiswaan. Manajemen kesiswaan mempunyai peranan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuk sampai keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bukan hanya berbentuk pencatatan data peserta didik, namun juga meliputi aspek yang lebih luas. Secara operasional, manajemen kesiswaan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. Seperti adanya kegiatan dokter kecil di SD, Osis/IPM di SMP dan SMA, PMR, ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Dalam kegiatan yang tersebut siswa dapat tumbuh dan berkembang mencari jati diri untuk dewasa kelak. Contoh lain dari kegiatan tersebut, manajemen kesiswaan juga harus mengatur jadwal seragam dan penyamaan seragam yang bekerja dengan Bimbingan Konseling dan OSIS untuk berjalannya suatu ketertiban yang ada di sekolah. Pembina kesiswaan dan pengelolaan manajemen kesiswaan sangat berperan dalam pengawasan terhadap peserta didik dan berjalan kegiatan di sekolah.

Mengatur Dana Pendidikan. Pendidikan yang khususnya di Indonesia, memang berjalan sebagian besar oleh pemerintah. Karena biaya-biaya pendidikan formal diatur oleh pemerintah, sebagai contoh pada tingkat SD dan SMP pemerintah berusaha menggratiskannya. Adanya dana BOS juga sangat membantu proses berjalannya belajar. Disinilah manajemen keuangan bekerja, untuk mengolah dana dari pemerintah agar dapat bermanfaat dengan baik.