EDUCATION MANAGEMENT’S ELEMENTS AT SCHOOL

Nurlaela Romadoni, Nanang Setiawan, dkk

Pendahuluan

Manajemen Pendidikan dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum, atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dalam menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta dalam pencapaian pendidikan yang telah disepakati. Manajemen Pendidikan mempunyai beberapa komponen pendidikan, antara lain: Manajemen Kesiswaan, Manajemen Kurikulum, Manajemen Tenaga Kependidikan, Manajemen Sarana Prasarana, Manajemen Keuangan, Manajemen Lingkungan / Hubungan Sekolah dengan Masyarakat.

Manajemen Kesiswaan

Manajemen Kesiswaan berwenang untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar kegiatan belajar mengajar disekolah dapat berjalan lancar, tertib, teratur, serta mencapai tujuan yang diingikan. Adapun tugas-tugas manajemen kesiswaan antara lain: Penerimaan siswa baru, Program bimbingan dan penyuluhan, Pengelompokan belajar siswa, Kehadiran siswa, Mutasi siswa, Papan statistik siswa, Buku induk siswa.

Manajemen Kurikulum

Manajemen Kurikulum merupakan substansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip manajemen kurikulum adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Manajemen Kurikulum program sekolah antara lain meliputi: Modifikasi kurikulum nasional sesuai dengan kemampuan awal dan karakteristik siswa, Menjabarkan kalender pendidikan, Menyusun jadwal pelajaran dan pembagian tugas mengajar, Mengatur pelaksanaan penyusunan program pengajaran persemester dan persiapan pembelajaran, Mengatur pelaksanaan program kulikuler dan ekstrakulikuler, Mengatur pelaksanaan penilaian, Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas, Membuat laporan kemajuan belajar siswa, Mengatur usaha perbaikan dan pengayaan pengajaran.

Manajeman Tenaga Kependidikan

Manajemen Tenaga Kependidikan bertugas untuk menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola dan memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Tenaga Kependidikan meliputi: Tenaga Pendidik (Guru), Pengelola satuan Pendidikan, Pustakawan, Laboran, Teknisi sumber belajar.

Manajemen Sarana Prasarana Sekolah

Manajemen Sarana Prasarana Sekolah bertugas untuk merencanakan, meng-organisasikan mengarahkan, mengkoordinasi, mengawasi dan mengevaluasi kebutuhan dan penggunaan sarana prasarana agar dapat memberikan sumbangan secara optimal pada kegiatan belajar mengajar. Sarana Prasarana disekolah meliputi: Ruang belajar yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, kantor yang digunakan tenaga kependidikan untuk melakukan proses administrasi sekolah tersebut, halaman Sekolah atau Lapangan yang digunakan sebagai tempat untuk upacara, olahraga dan kegiatan sekolah lainnya, Kantin dan UKS.

Manajeman Keuangan atau Dana

Manajeman Keuangan atau Dana sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan-kegiatan belajar mengajar. Dengan kata lain, setiap terlaksananya kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan menganut asas pemisahan tugas, antara lain: Otorisator yaitu Pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang    mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran; Ordonator yaitu Pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan; Bendaharawan yaitu Pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban.

Manajemen Lingkungan atau Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Sekolah sebagai suatu sistem sosial merupakan bagian integral darisistem sosial yang lebih besar yaitu masyarakat. Maju mundurnya Sumber Daya Manusia tidak hanya bergantung kepada upaya yang dilakukan sekolah, namun juga sangat bergantung kepada tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya selalu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan di daerah.