IMPROVING EDUCATION THROUGH GOOD MANAGEMENT

Rioni Ayuning Tiyas (12005008), Nirma Dwi Kumalasari (12005012),

Fulki Arzinindhita Nuki (12005024), Fredy Setyo Nugroho 12005037),

Diah Ayu Kurniawati (12005041)

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Ahmad Dahlan

 

 

 

ORGANISASI (???)

            Di dalam manajemen pendidikan terdapat beberapa konsep yang nantinya bila di gabungkan akan menghasilkan suatu pengertian apa menajemen pendidikan itu. Untuk terciptanya suatu manajemen pendidikan pasti di dalamnya ada pihak yang terlibat seperti organisasi. Suatu organisasi di dalamnya terdapat berbagai macam pembagian tugas seperti pemimpin, anggota, bendahara, sekertaris, dll yang nantinya dapat membantu kinerja dalam sebuah organisasi. Dalam kinerjanya tersebut dibutuhkan berbagai sikap yang dapat menghasilkan kinerja yang baik seperti inisiaif, kerjasama, toleransi, menghormati, komunikatif dan kreatif. Sebagai penunjang kinerjannya, diperlukan fasilitas yang memadai seperti kelas, laboratorium, perpustakaandan lain-lain. Selain fasilitas, juga dibutuhkan suatu media yang akan membantu mencari berbagai macam informasi yang dibutuhkan seperti buku, internet, guru, dan lingkungan. Agar semua itu tercapai juga dibantu dengan keuangan atau administrasi yang memadai dari organisasi tersebut. Sehingga terciptalah suatu menejemen pendidikan yang bila semua konsep tersebut digabungkan, dirinci dan dipahami akan membuahkan suatu pengertian yakn imenejemen pendidikan adalah suatu rangkaian segala kegiatan yang menunjukan kepada usaha, kerjasama 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

SIKAP POSITIF DALAM ORGANISASI

Di dalam manajemen pendidikan dibutuhkan sikap inisiatif, toleransi, kerjasama, menghormati, komunikatif dan kreatif. Inisiatif berarti usaha sendiri, langkah awal, ide baru. Berinsiatif berarti mengembangkan dan memberdayakan kreatifitas daya pikir manusia, untuk merencanakan buah pikiran atau ide menjadi konsep yang baru, pada suatu saat dapat berdaya guna dan bermanfaat. Dalam manajemen pendidikan di perlukan kerjasama yang sangat kuat karena dalam membangun sesuatu jika dikerjakan bersama menjadi lebih ringan dan hasilnya dapat maksimal. Begitu juga dengan sikap toleransi, di dalam organisasi toleransi juga tidak kalah penting dengan kerjasama. Toleransi dapat disebut juga dengan menghargai, saat di dalam organisasi seseorang dilatih untuk bisa menghargai pendapat orang lain. Sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik terhadap sesama anggota. Maka muncul sikap komunikatif yang di perlukan di dalam manajemen pendididkan. Komunikatif artinya mampu menyampaikan pesan dengan baik. Seseorang yang disebut komunikatif adalah orang yang mampu menerima pemikiran dari orang lain yang telah di sampaikan. Selain komunikatif seseorang di dalam organisasi juga di tuntut memiliki kreatifitas yang tinggi.

 

FASILITAS DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

            Fasilitas pendidikan terlebih dahulu harus melalui prosedur yang benar, yaitu melihat dan memeriksa kembali keadaan kekayaan yang telah ada, agar tidak sarana pendidikan tidak mubazir maka melalui prosedur yang benar, baru bisa di tentukan jenis sarana yang ditentukan.  Contoh dalam fasilitas, yaitu :

  1. Ruang Kelas, dalam pengelolaan prasarana ruang kelas, yaitu : perencanaan kebutuhan tambahan ruang kelas dengan rencana daya tampung sekolah atau rehabilitasi ruang kelas.  Dalam pengelolaan ruang kelas perorganisasian dan fungsionalitas ruangan ini diatur oleh wakil kepala sekolah bidang fasilitas. Koordinasi dalam memanfaatkan fasilitas ruang kelas, agar adanya koordinasi antara semua pihak di sekolah itu sehingga benar-benar ruang kelas itu dapat berfungsi secara efektif dan efesien. Dalam pengawasan prasarana ruang kelas salah satu contohnya, ruangan kelas dalam kondisi yang bersih dan baik, harus diawasi dan dikontrol serta dijaga oleh semua warga sekolah, khususnya siswa.
  2. Laboratorium, dalam pengelolaan prasarana ruang laboratorium, yaitu : perencanaan kebutuhan jenis laboratorium yang diperlukan sesuai tuntunan kurikulum yang berlaku. Dalam pengorganisasi pengelola ruang laboratorium ialah antara pengelola laboratorium dan penanggung jawab teknis, jika di gunakkan oleh sekolah lain maka harus ada persyaratan secara tertulis antara sekolah yang meminjam dengan yang dipinjam, dengan hal ini ada tanggung jawab bersama. Koordinasi dalam ruang laboratorium dengan seluruh guru yang bersangkutan dengan penggunaan laboratorium, pembagian jadwal agar disepakati dan diatur oleh petugas laboran. Dalam pelaksanaan ruang laboratorium pemakaiannya dapat dibuat jadwal , dalam ruang laboratorium harus tersedia perabot dengan lengkap. Dalam pengawasan ruang laboratorium perlu  pengawasan terhadap alat dan bahan pratik agar tidak rusak.
  3. Perpustakaan, dalam pengelolaan prasarana ruang perpustakaan, yaitu: perencanaan kebutuhan ruang perpustakaan dan luasnya ruang perpustakaan berdasarkan tipe sekolah, kebutuhan jenis buku  dan jumlah buku berdasarkan jumlah siswa dan pemanfaatan buku. Koordinasi dalam ruang perpustakaan antara petugas perpustakaan harus bersih dan indah, keamanan harus dijaga. pelaksanaan  ruang perpustakaan herus mempunyai tenaga pustakawan profesional dalam menangani perpustakaan. Pengawasan dalam perpustakaan harusselalu menjaga dan melayani peminjaman yang teratur dan baik.Dalam hal ini fasilitas di manajemen sangat terkait satu sama lain

 

ADMINISTRASI KEUANGAN (???)

Penyelenggaraan kegiatan pendidikan memerlukan adanya dana. Pemimpin pendidikan perlu mengetahui dan mempelajari peraturan-peraturan yang berlaku mengenai penggunaan, pertanggungjawaban, cara-cara penyimpanan, pembukuan dan banyak lagi aspek yang lainnya mengenai keuangan.Tetapi sebelum itu kita harus mengetahui pengertian dari administrasi. Menurut asal katanya, administrasi berasal dari bahasa latin administrate yang berarti melayani, membantu, dan memenuhi. Dari perkataan itu terbentuk kata benda administration dan kata sifat administrativus yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris administration. Perkataan itu selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi administrasi.

Dalam pengertian ini, administrasi diambil dari istilah Belanda yaitu administratie yang berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain.

Administrasi dalam Arti Luas, mengenai hal ini ada banyak pendapat yang mengemukakan pengertian administrasi dalam arti luas, tapi disini kami hanya akan menulis sebagian saja. Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun administrasi secara arti luas yang kami fahami adalah proses kerjasama antara dua orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan.

 

MEDIA BELAJAR (???)

Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses pembelajaran. Siswa bisa memperoleh ilmu tidak hanya dari guru saja melainkan bisa didapat dari media pembelajaran. Media tersebut antara lain lingkungan. Siswa bisa mendapatkan ilmu dari lingkungan misalnya siswa bisa mengetahui ciri-ciri makhlukhidup. Dengan media lingkungan siswa bisa belajar secara kontekstual. Kontekstual adalah media pembelajaran secara konkrit. Selain itu siswa juga bisa mendapatkan informasi dari internet. Sekarang ini internet adalah media pembelajaran yang sangat efektif. Biasanya orang-orang mencari informasi di google. Di zaman sekarang internet ibarat seperti kamus. Dimana saja dan kapan saja siswa bisa mencari informasi di internet.

Jika siswa belajar melalui internet khususnya untuk siswa SD dan SMP harus ada pendampingan dari orang tua karena dalam internet kadang tanpa sengaja ada tayangan yang kurang mendidik. Media pembelajaran yang lain misalnya televise atau radio. Disini siswa bisa menyimak berita yang ditanyangkan atau yang siswa dengar dari radio atau televisi. Dengan menyimak siswa belajar ketrampilan dalam berbahasa baik lisan maupun tertulis. Misalnya menyampaikan informasi, meringkas dan lain-lain. Dengan demikian siswa sudah belajar empat macam ketrampilan dalam berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, menulis dan menyimak.