Penggunaan IPTEK dan Daya Saing

Ada korelasi yang erat antara penggunaan IPTEK dengan daya saing. Dalam GCI (global competitiveness index) dinyatakan ada 12 pilar yang diperhatikan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Artinya adalah meningkatnya daya saing bangsa akan juga berarti meningkatnya kemandirian bangsa terutama dari sisi ekonomi. Dengan menggunakan model ini dapat dilihat lebih rinci elemen-elemen yang mendukung peningkatan penggunaan iptek. Dengan model ini, dapat dikatakan bahwa iptek perlu digunakan pada dua belas pilar yang ada. Dua belas pilar tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: factor driven (institusi, infrastruktur, stabilitas makroekonomik, kesehatan dan pendidikan dasar), efficiency driven (pendidikan tinggi dan pelatihan, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, kecanggihan pasar keuangan, kesiapan teknologis, dan ukuran pasar), dan innovation driven (kecanggihan bisnis, inovasi). Di ketiga faktor ini berturut-turut Indonesia berada pada urutan ke 70, 50, dan 40 . Ini bermakna bahwa fokus penggunaan teknologi di prioritaskan pada faktor driven.