InternationalCrime-Perang Generasi Ke-4

Perubahan politik dunia yang terjadi di era globalisasi, telah menghadirkan suatu kompetisi antar bangsa. Kondisi tersebut cenderung mengarah pada perebutan pengaruh yang cukup ketat, baik global, regional maupun nasional. Perkembangan tersebut antara lain meyebabkan terjadinya perubahan pada situasi keamanan dunia dengan munculnya isu-isu keamanan baru. Politik dunia telah memasuki era baru dalam mana perbedaan-perbedaan besar di antara manusia dan sumber utama konflik internasional adalah bersifat kebudayaan .
Penyebaran terorisme internasional yang memiliki berbagai varian mematikan yang cenderung memanfaatkan teknologi tanpa memperhatikan aspek etika dan moral telah menjadi ancaman bagi pencapaian tujuan nasional. Lebarnya jurang kemampuan negara maju dan berkembang terutama di bidang ekonomi, teknologi dan militer, dapat menjadi penghalang dalam menjalin hubungan antar bangsa. Hal ini juga potensi global pada munculnya terorisme internasional. Organisasi terorisme internasional memiliki karakteristik yang sangat terorganisasi, tangguh, ekstrim,ekslusif, tertutup, memiliki komitmen yang sangat tinggi, dan memiliki pasukan khusus serta di dukung oleh keuangan yang sangat besar dan teknologi yang semakin tinggi . Berbagai upaya telah dilakukan negara-negara di dunia untuk memerangi terorisme, namun tampaknya belum sepenuhnya berhasil meniadakan kelompok terorisme maupun menghentikan aksinya .
Pemerintah Indonesia perlu menyikapi masalah terorisme internasional ini apalagi sejak terjadinya pemboman dibeberapa wilayah Ibukota sejak tahun 1999 dan di beberapa kota besar lainnya. Kejadian-kejadian teror di Indonesia merupakan sinyal bahwa Indonesia telah merupakan salah satu target operasi organisasi terorisme baik internasional maupun domestik. Dalam jaringan terorisme, diduga ada kelompok di dalam negeri yang menampung terorisme internasional sehingga terorisme internasional itu marak di Indonesia. Indonesia menjadi salah satu sasaran terorisme internasional karena merupakan negara yang sedang melaksanakan transisi menuju demokrasi sehingga lemah dalam pengawasan dan komando.