Demographic Advantage Indonesia

Di prediksi pada tahun 2025, struktur penduduk Indonesia akan gemuk pada usia produktif dan kecil pada usia muda dan usia tua. Sesuatu yang berbeda dengan negara maju yang gemuk di usia tua.
Ini akan menjadi daya dorong pertumbuhan bangsa. Negara maju mengurusi orang-orang tua yang sudah dalam masa pensiun, dan Indonesia mengurusi penduduk usia produktif.
Strategi untuk pemberdayaan struktur ini akan menentukan posisi tawar Indonesia di ranah global. Ini pula yang menjadi salah satu alasan Indonesia masuk dalam G20.

Hanya saja dalam APK pendidikan menengah dan tinggi, distribusi guru kota dan desa, struktur anggaran pendidikan yang 79% untuk gaji dan insentif guru/ dosen menjadi persoalan bersama untuk dipecahkan. Kunci penting untuk memecahkan hal ini adalah pemanfaatan teknologi dan pendidikan.

Struktur pendidikan tinggi kita masih terlalu kuat pada bidang akademik dan lemah pada bidang vokasi. Kualifikasi dosen masih rendah (S1 43%, S3<10%). Belum lagi masalah kualitas dalam publikasi ilmiah, paten, dll.

Strategi apa yang perlu dilakukan untuk pemecahannya?

1. Perlu kejelasan KPI (key performace index) Pendidikan; pada level agregat seperti apa, dan pada level detail seperti apa?

2. Distribusi anggaran yang jelas sesuai KPI.

3. Koordinasi lintas departemen untuk pemberdayaan masyarakat.

4. Pemanfaatan IT untuk pendidikan.