Ribuan Guru Lulusan UT Gagal Ikut Seleksi CPNS

Ribuan Guru Lulusan UT Gagal Ikut Seleksi CPNS
Written by Muhammad Syafii
Monday, 24 November 2008 Jombang
Ribuan guru tidak tetap (GTT) lulusan Universitas Terbuka (UT) akhirnya gigit jari. Mereka tidak diperbolehkan mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Jombang tahun 2008 dengan menggunakan ijazah lulusan UT. Joko Triono, ketua Komisi A DPRD Jombang mengatakan, para guru lulusan UT tidak dapat mengikuti seleksi penerimaan CPNS di lingkup Pemkab Jombang lantaran terbentur SK Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta surat Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Ijazah yang didapatkan dari hasil pendidikan pada Universitas Terbuka tidak dapat diikutkan dalam seleksi CPNS tahun 2008. “Aturannya sudah jelas bahwa yang boleh mengikuti seleksi CPNS adalah mereka yang memiliki ijazah pendidikan pra jabatan bukan penyetaraan. Nah, dari konsultasi dengan kementrian PAN kemarin, ijazah UT adalah ijazah penyetaraan, jadi ya tidak bisa.” Ungkapnya, Senin (24/11) siang. Meski nasib 1.500 GTT lulusan UT tergantung pada kebijakan daerah, namun Pemkab Jombang tidak berani mengambil keputusan yang berseberangan dengan SK Menteri PAN. Menurut Joko, keberanian daerah lain menerima lulusan UT dalam rekrutmen CPNS tahun 2008 ini tidak bisa menjadi alasan bagi Pemkab Jombang mengakomodir GTT lulusan UT mengikuti seleksi penerimaan CPNS. “Aturannya memang begitu, kalau ada daerah lain yang berani menerima mereka (lulusan UT) untuk ikut seleksi CPNS, menurut saya masih perlu dikonfirmasi.” Tandas Joko Triono. Untuk diketahui, dalam rekrutmen CPNS tahun 2008, beberapa daerah seperti Mojokerto, Nganjuk dan lainnya berani mengambil terobosan untuk mengakomodir lulusan UT. Menanggapi kenyataan ini, para guru lulusan UT yang tergabung dalam Ikatan Guru Tidak Tetap Sekolah Dasar (IGTTSD) Kabupaten Jombang tetap yakin perjuangannya akan berhasil. “Kita tetap yakin perjuangan ini akan berhasil, ” tandas Evire Rasmita, koordinator IGTTSD saat ditemui di gedung Dewan. Dijelaskan, salah satu upaya yang dilakukan para guru lulusan UT adalah dengan mengadukan nasibnya pada perwakilan kementrian PAN yang akan berkunjung ke Kabupaten Mojokerto. “Siang (Senin) ini kita akan bertemu dengan perwakilan menteri PAN di Mojokerto, makanya kita yakin lulusan UT boleh ikut seleksi CPNS, ” kata Rasmita. Salah seorang GTT yang enggan disebut identitasnya mengungkapkan, penolakan terhadap lulusan Universitas Terbuka mengikuti seleksi CPNS merupakan salah satu bentuk diskriminasi pendidikan. ”Ya harus bisa ikut, kalau tidak boleh, apa gunanya kita sekolah selama ini, ” tandas perempuan berjilbab ini dengan nada geram. (Ms) Last Updated ( Monday, 19 January 2009 ) http://www.inherent-dikti.net/