Ide Membangun UAD 2025

  1. Kita sadari bahwa siapapun warga UAD, maka visi dan misinya adalah sama dan sebangun dengan visi dan misi UAD itu sendiri.
  2. Bangun UAD tersebut kami bentuk berdasarkan pada pengalaman keagamaan yang kami rasakan dan kami usahakan terimplementasi sejak kami bergabung di UAD. Dengan demikian, dalam forum ini kami berusaha untuk dapat melakukan transfer emosional kami kepada audiens dengan harapan Bapak/ Ibu/ Saudara dapat ikut merasakan dan lebih memahami cara berfikir kita ketika kita berinteraksi sebagai bagian dari karyawan atau warga di UAD sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah.
  3. Sesungguhnya model pengembangan UAD ini kami buat dengan melakukan deduksi ataupun analogi kejadian alam semesta. Sebelum adanya alam semesta maka yang ada hanya Allah semata dan tiada satupu yang tahu tentang Keagungan dan KeindahanNya. Agar ada makhluk yang dapat mengenaliNya dengan segala KekuasaanNya maka terciptalah alam semesta. Sehingga alam semesta ini ada merupakan sebuah simbol akan keberadaan Allah yang dia tunduk baik secara sukarela maupun terpaksa.
  4. Demikian juga dalam memandang bangunan UAD. Bahwa dalam dunia makna maka seluruh yang kita lakukan adalah Kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya, tiada yang lain. Bukti kecintaan ini perlu kita lahirkan ke dalam alam simbol yaitu Muhammadiyah sebagai salah satu bentuk pengejawantahan kecintaan tersebut.
  5. Untuk mengelola alam, maka Allah telah menciptakan manusia yang dalam kehidupannya dipenuhi dengan berbagai paradoks kehidupan. Bagaimana manusia diciptakan dengan penuh keluh kesah tetapi yang paling baik adalah yang bersyukur, kehidupan merupakan sendau gurau dan permainan belaka, tetapi yang selamat adalah yang berserah diri, dll. Untuk itu maka Rasul mengajarkan syariat agar manusia memiliki aturan-aturan dalam mengelola alam semesta dan aturan-aturan ini jika dijalankan sebagai habit, maka ia akan berpengaruh pada helix DNA manusia yang akan diteruskan kepada generasi berikutnya.
  6. Demikian juga untuk mengelola Muhammadiyah maka terlahir UAD sebagai salah satu amal usaha yang akan digunakan untuk merangkai DNA organisasi. Untuk dapat terangkainya helix DNA ini maka ada beberapa benang DNA yang harus disiapkan di UAD dengan mendasarkan pada sunnatullah baik ayat kauniyah maupun qauliyah, yaitu:
    1. Manajemen Sumber Daya Insani berbasis Kompetensi
    2. Pengembangan Sistem Manajemen Mutu UAD
    3. Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi UAD
    4. Pengembangan Sistem Pengendalian Internal UAD
  7. Manusia yang telah berpegang pada tali agama Allah akan menjadi khoiru ummah yang dia menjadi pewaris alam semesta dapat senantiasa melakukan perubahan dan penyesuaian dirinya dalam proses muhasabah agar selalu menjadi lebih baik dari hari kemarin.
  8. Demikian pula organisasi yang telah memiliki helix DNA yang benar maka tak ubahnya juga seperti oganisme yang homeostatis yang akan selalu tumbuh dengan secara proaktif menyesuaikan perubahan dari luar. Dalam hal ini UAD dengan keempat benang DNA menjadi ikatan helix akan menjadi organisasi yang adaptif dan lincah.
  9. Manusia yang sudah berada dalam tingkat insan kamil akan menjadi manusia yang mandiri, memiliki prinsip yang dipegang secara teguh meski orang-orang kafir mencela.
  10. Demikian juga UAD, dengan kemandirian yang dimiliki maka dapat sejajar dengan organisasi lain untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
  11. Tingkatan yang lebih tinggi dari mandiri adalah kesalingtergantungan. Kesadaran bahwa apapun yang terjadi di alam semesta ini sesungguhnya merupakan hasil sebuah interaksi unit-unit yang saling tergantung.
  12. Untuk itu maka kemandirian UAD yang dikemas sebagai model Jaringan Kaderisasi Muhammadiyah Berbasis Kampus perlu diintegrasikan sebagai kesalingtergantungan dengan system lain yaitu dengan amal usaha lain dan PTM di lingkungan Muhammadiyah sehingga menjadi kekuatan yang lebih dahsyat bagaikan ‘lepaskan kuda-kuda yang tertambat yang akan menggentarkan musuh-musuh Allah’.
  13. Sedangkan interaksi social dengan stakeholder lain dilakukan untuk terbentuknya masyarakat madani yang dapat meningkatkan daya saing bangsa. Interaksi ini dilakukan dengan lingkungan makro yang lebih luas sebagai sebuah rantai nilai dari sejak supply hingga service offer dalam domain pendidikan tinggi di Indonesia.
  14. Sebagai manusia yang telah paripurna, maka setiap ucapannya adalah ucapanKu, setiap langkahnya adalah langkahKu, setiap gerakannya adalah gerakanKu. Apapun yang dilakukan merupakan gambaran kebenaran itu sendiri sebagaimana akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.
  15. Demikian juga organisasi UAD yang dikembangkan dengan helix DNA kebenaran yang merasuk sebagai budaya organisasi, maka UAD akan menjadi sustainable Competitive Advantage dalam Researchpreneurship yang akan memberikan kemanfaatan nyata pada umat secara keseluruhan.
  16. UAD dengan kebenaran yang dikandungnya maka yang keluar dari UAD juga perwakilan kebenaran itu sendiri, yaitu para lulusan yang membawa panji-panji perubahan menuju kebenaran dalam berbagai bidang baik Ilmu Pengetahuan, Teknologi, maupun Seni.