Visi dan Misi

Visi A Vision is a description of the business as you want it to be. In dictionary terms it is, ‘a mental image produced by the imagination’. It involves seeing the optimal future for the business, and vividly describing this vision. The description might include HOW things will be, WHERE, WHO with, WHAT you’ll be doing and HOW you’ll feel. (http://www.buildingbrands.com/definitions/11_vision_mission.php) Pernyataan Visi terkadang disebut juga sebagai gambaran masa depan suatu organisasi namun terkadang dapat lebih dari hal tersebut. Pernyataan visi merupakan sebuah inspirasi, dan juga kerangka kerja untuk seluruh perancanaan strategis organisasi kita. Pernyataan visi dapat diterapkan pada organisasi keseluruhan ataupun unit-unit yang ada dalam organisasi tersebut. Apapun yang menjadi pilihan, maka pernyataan visi harus dapat menjawab pertanyaan Kemana kita akan pergi. Apa yang kita lakukan dalam penciptaan sebuah visi adalah mengartikulasikan impian dan harapan organisasi yang kita inginkan. Visi selalu mengingatkan apa yang sedang kita usahakan untuk diraih dan dibangun. Visi mengarahkan kita bagaimana kita akan mencapainya, dan juga akan menjadi dasar bagi perencanaan organisasi. Berbeda dengan misi, visi adalah hanya untuk kita dan para anggota organisasi kita, bukan untuk pelanggan atau klien kita. Ketika menuliskan visi, misi, dan komperensi utama dapat berguna untuk mulai menentukan nilai-nilai organisasi yang akan kita tunjukkan. Perlu dipastikan bahwa ketika kita menuliskan visi tidak terjebak pada pemikiran yang hanya satu atau dua tahun ke depan. Begitu kita telah menentukan visi, maka visi akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pengambilan keputusan dan juga cara bagaimana kita mengalokasikan sumber daya. Kevin Kearns (http://top7business.com/?expert=Kevin-Kearns) menuliskan ada 7 tip untuk memperoleh visi yang baik, yaitu: 1. Hold Up, wait a minute: menciptakan visi adalah karena kita butuh, bukan karena yang lain memiliki. Visi merupakan suatu keharusan. Visi harus sesuatu yang menginspriasi, tidak hanya untuk dipajang dalam sebuah figura yang indah. Luangkan seluruh waktu yang dibutuhkan untuk membangun visi yang menginspirasi. 2. Do over: Jika visi yang ada tidak menginspirasi, maka buang jauh-jauh. Manusia selalu menginginkan menjadi bagian dari sesuatu yang agung, demikian juga visi. Jika visi tidak demikian, maka kenyataan yang akan dihadapi juga akan tidak lebih baik. Tentukan apa yang kita inginkan dan mulai membuatnya tercapai. 3. Keep it Simple: Buat visi dengan penyataan sederhana. Banyak organisasi membuat pernyataan visi yang panjang, sehingga jika kita tanyakan pada salah satu anggota organisasi, maka ia tidak akan mampu menjawabnya. Mengingat visinya saja susah, apalagi untuk mencapainya. Jika visi dibuat pendek, menarik, dan apa adanya, orang-orang tidak hanya mampu menghafal, tetapi mereka mampu mencapainya. 4. Focus: visi tidak sekedar menjadi impian semua orang. Impian yang terlalu besar terkadang justru akan menghilangkan interes. Fokuskan visi. Apa yang akan dicapai organisasi dalam lima tahun kedepan? Begitu kita telah menentukan fisi dengan fokus yang dapat diraih, maka segera mulai. 5. Believe the Hype: Pahami, yakini, dan jual visi! Masa yang paling tepat untuk menjual visi adalah ketika kita memperoleh anggota baru, seseorang dalam posisi baru. Mereka akan selalu ingin untuk menjadi tertantang dan cemerlang di masa depan. Ketika mereka telah ‘teracuni’ dengan visi, maka mereka akan bersemangat untuk mencapainya. Jika kita tidak segera menyebarkan visi kepada seluruh anggota organisasi, maka akan ada ‘visi’ lain yang dapat menghambat organisasi. 6. Now Showing: Menunjukkan usaha-usaha kita untuk meraih visi jauh lebih baik daripada kita sekedar menyampaikan visi. Meski kita dapat menyampaikan visi dengan baik dan menginspirasi semua orang, namun hal itu tidak bermanfaat jika kita sendiri tidak mendemonstrasikan visi dalam kegiatan yang kita lakukan tiap hari. Jika kita ingin team kita terinspirasi oleh visi, maka tunjukan pada mereka bagaimana visi terlihat dalam sebuah aksi. 7. Show me the money!: Perkuat perilaku yang mendorong pada pencapaian visi. Kita akan kehilangan daya tarik visi jika visi tidak memberi pengaruh pada day-to-day reinforcement seluruh anggota organisasi. Uang adalah salah satu alat untuk reinforcement. Jika kita tidak mampu memperbaiki gaji, berikan bonus, atau dampak keuangan lain. Lakukan apa yang mampu kita lakukan untuk memperkuat perilaku yang mengarah pada pencapaian visi. Visi akan tidak tercapai jika kita tidak menghargai orang yang telah menunjukkan kemajuan dalam pencapaian visi. Jangan buat sistem reward yang tidak ada pengaruhnya pada pencapaian visi.

Misi

A Mission is the definition of the ‘special assignment‘ being undertaken by the business. It is likely to cover the customer groups that are being served, as well as (perhaps more importantly) the customer needs that are being met.

Pernyataan misi adalah penjelasan singkat tujuan organisasi secara mendasar. Pernyataan misi untuk menjawab Mengapa kita ada. Misi menyuarakan tujuan organisasi baik ke dalam maupun keluar kepada publik. Misi dapat bervariasi antar organisasi. Namun misi harus dapat menggambarkan kapabilitas saat ini, fokus pada pengguna, membentuk aktivitas dan bisnis.

Misi harus dituliskan, dalam kalimat yang mudah diingat, daftar pendek dengan bullets atau paragraf yang mengilustrasikan tujuan dan kegunaan bisnis. Hal ini memiliki satu fungsi untuk mengarahkan kita dan staf kita dalam membuat keputusan kritis yang membawa efek pada arah organisasi. Pernyataan misi ini menjadi identifikasi organisasi kita bagi pelanggan, media, vendor, dan lainnya yang akan menggunakan layanan kita. Misi terkait erat dengan penyediaan solusi dan pemberian nilai tambah pada pelanggan.

 Perbedaan antara pernyataan misi dan misi adalah misi fokus pada keadaan organisasi saat ini sedangkan visi fokus pada masa depan organisasi. Setiap organisasi selalu memiliki misi, baik untuk memastikan setiap orang dalam organisasi agar memiliki pandangan yang sama dan sebagai dasar untuk mengarahkan perencanaan bisnis yang efektif.

Misi dapat menjadi pernyataan yang sangat kuat memotivasi staf dan juga untuk membentuk branding di masyarakat. Sebuah pernyataan misi terkadang diabaikan baik oleh staff maupun pelanggan. Dan sebalikanya misi dapat mendorong organisasi, menantang pelanggan, dan menjadi brand suatu produk.

Organisasi yang membuat misi secara dinamis, provokasi pemikiran, mengajak semua orang terlibat dalam proses dari staff terendah hingga staff tertinggi, dan tetap menjaga dalam benak semua kebutuhan pelanggan meski yang tidak penting sekalipun. Brainstorming, reviu, menuliskan kembali pernyataan misi ini hingga diperoleh suatu misi yang semua orang merasa nyaman. Semua staf dan manajemen sepakat bahwa misi secara tepat mengidentifikasi harapan yang akan dipenuhi, dan pelanggan setuju bahwa misi mendefinisikan kebutuhan dan keinginan mereka.

Selalu jada misi di depan kita, team manajemen, staff, dan pelanggan. Sertakan misi dalam executive summary di perencanaan bisnis. Letakkan dengan cetakan tebal diberbagai manual, iklan, materi promosi, dan dokumen-dokumen publik jika memungkinkan. Jangan pernah hilang dalam benak bagaimana kita memulai bisnis dan jangan pernah berkompromi pada etika dan nilai-nilai.

Menciptakan Misi

1.       Ambil satu tema central. Tema harus mudah dipahami, tidak kontroversial, dan terjemahkan menjadi perilakuk yang akan dapat memeroleh dukungan positif.

2.       Komunikasikan dengan tindakan. Tunjukkan komitmen kita dan ikuti melalui sikap yang jelas. Libatkan komisi-komisi dan kelompok kerja, dan bantu mereka membangun ketertarikan dan menentukan keberhasilan.

3.       Fokus pada sedikit atribut dari layanan kita. Pilih atribut terbaik yang akan kita unggulkan; tidak perlu semua atribut kita tampilkan dalam misi.

4.       Jangan abaikan proses. Brainstorming dan kretivitas tentu membutuhkan waktu. Bersikap sensitif pada proses sebaik pada hasil akhir yang diingini. Ini merupakan waktu yang sangat unik untuk membangun komitemen, kepercayaan, dan moral organisasi.

Pernyataan-pernyaan kunci dalam misi hendaknya mencakup pernyataan kegunaan, strategi, nilai, standar perilaku, dan karakter. Tentu tidak mudah membuat kalimat pendek yang mencakup hal-hal tersebut. Namun cari kata-kata yang mampu mewakili pernytaan tersebut.